Minggu, 21 Februari 2010

Wanita di Twitter Si Motivator

Aku yakin, kalau para lelaki itu disuruh memilih menikahi wanita yang suka clubbing, merokok, ngomong jorok di chatt dan mabuk2an ATAUKAH yang wanita rumahan, rajin sholat, omongannya dijaga dan kegiatannya jelas, pasti milih kriteria yang kedua. Jadi nggak perlulah ‘membela’ kaum wanita yang disarankan si motivator itu untuk (lebih baik) tidak dipilih jadi istri. Kesannya jahat, tapi sebenarnya begitulah yang selalu disarankan orang tua atau agama bukan? Wanita baik2 dapat pria baik2, begitu pula sebaliknya.

Memang saya tidak suka clubbing, anti rokok, dan belum pernah mabuk-mabukan (haha...sound so strange-kah? :p). Meski begitu saya pun tidak sebaik, tidak sesolehah mereka yang rajin mengaji, tak putus sholat, senang puasa, dan berjilbab. Tapi saya wanita, dan saya tidak merasa marah dengan apa yang dibilang oleh si motivator itu. Dia tidak salah, dia menyarankan, kalau pas silakan dipakai, kalau tidak ya cuekin saja! :) Kalau mereka, para wanita yang merasa berkriteria seperti tersebut dalam tweet si motivator yakin bakal tetap bisa menjadi istri yang baik, nggak perlu kelabakan dong?! Nggak perlu marah, dan cukup membuktikan, bahwa semua itu hanya hobi mungkin, atau sekedar pergaulan, atau cuma senang-senang sebelum menikah....yang akan kalian balas dengan tanggung jawab as a good wife. Right? :)

Aku bukan fans nya si motivator itu, aku juga nggak memfollow dia di twitterku, tapi rasanya sekarang orang semakin senang menyudutkan pihak lain, terlebih kalau keroyokan. Men-judge seseorang dari luarnya memang nggak baik, dan dari yang aku baca di twitternya si motivator itu, kalimat2nya masih wajar kok. Ada yang membuatnya menjadi bola salju. Provokator!

Mau nggak mau, stereotip orang baik dan buruk itu sudah ada di masyarakat. Mau listnya bagaimana, hati nurani nggak bakal bohong. Aku sendiri (untungnya) bukan tipe orang yang senang grusa-grusu ngikutin pendapat orang. Soalnya biasanya cuma pada ikut-ikutan, sih! Trus cuma nyuplik berita secuil-secuil yang bisa membelokkan maksud sebenarnya. Jarang ada yang mau membaca, mendengar, melihat secara utuh. Daripada ikut barisan orang penyebar fitnah, mending diam dan bertahan dengan keyakinan sendiri. Ada Yang Maha Benar dan Maha Tau, kok! :)

So, positive thinkin’is needed here! ;)

Pagi yang Menakjubkan!

Pagi ini, kudengar adzan subuh berkumandang.
Selalu takjub pada manusia-manusia pagi yang rajin menyerukan panggilan itu. Semoga Tuhan membalasnya berkali-kali...


Mata ini belum terpejam sejak hari dikatakan malam. Biarlah, toh kemarin aku sudah memanjakannya kala siang. Ada yang aneh, biasanya aku menderu akanmu, tapi kali ini tidak lagi. Apakah kau sudah benar-benar pergi?

Sayup kudengar mereka mengaji...
Kira-kira, doa apa yang pantas kupanjatkan subuh ini?

Tuhan, beri kami kemenangan...
Pada nafsu, takut, dan ketidaksabaran.
Tuhan, beri kami keindahan...
Di hati ini, agar bahagia berhari-hari.

Baiklah, aku segera menghadapMU
Rancangan doaku pasti sudah Kau tau
Tapi Kau tak suka aku diam, bukan?
Maka akan kukatakan padaMU, dan tolong dikabulkan.
Terimakasih... :)

My beautiful skies


Lihatlah, langit siang dan senja tetap cantik dalam perbedaannya!
Dibirumu aku menggali rindu, dijinggamu aku menunggu.

Suatu waktu, di negri angin mamiri...
Kita berbeda waktu, mungkin karena itu tak ketemu.
Kita terpisah jarak, karenanya hati tak bergerak.
Aku lupa dimana menaruh cinta.

Sabtu, 23 Januari 2010

Kalau Cinta, Jangan Marah!

Cinta datang sepaket dengan rindu.
Bila tak kunjung bertemu, bisanya cuma dengerin lagu-lagu mendayu.
Bila telah tertaut, semua kata yang ada hanyalah merayu.


"Cinta memang gila... gak kenal permisi... bila disengatnya... say No to kompromi"
(Netral)


Kalau aku cinta, aku menjadi plagiatmu
Aku meniru, aku menjadi pecandu
Aku menyuka yang kau suka
Aku membenci yang kau singkiri
Aku menjadi terbaik, terhebat, terindah untukmu...., menurutku.


Menurutku, kamulah pangeran berkuda yang disiapkan sejak lama untuk menjemputku.
Menurutku, kamulah makhluk terbaik, meski bukan terindah, yang ditawarkan semesta padaku.
Menurutku, kamu adalah pahlawan yang akan membawaku ke negeri impian.
Kamu adalah yang dinantikan!


Lalu waktuku hanyalah untukmu
Selalu...untukmu!
Aku terlalu remeh menoleh pada hal lain diluar mu!
Bagiku, cukuplah kamu!
Yang lain, biarlah...masih bisa kupedulikan sambil lalu.


Dan aku tak berpijak di bumi, ketika kau menyebutku mentari
Aku melayang, saat kau bilang sayang
Aku berkhayal saat kau tak mau kutinggal
Aku adalah keberuntungan yang menanti untuk dipinang


Aku jadi tak peka pada luka
Aku tak merasa pada dusta
Aku tak izinkan kau melenggang
Dan kau tak bolehkan aku berdendang


Lalu aku menjadi bayanganmu
Aku tak punya aku
Aku bukan lagi diriku
Bagiku, cukuplah kamu!


"Di kepalaku ada suka yang menggila" (Gita Gutawa)


Waktu..waktu...waktu....
Aku tak peduli menjadi siapa kini
Aku tak rugi tidak lagi mempunyai diri sendiri
Aku tak gubris mereka yang kuanggap iri
Aku telah masuk dalam perangkap peri


(dan taukah kamu siapa aku? aku adalah kamu, jiwa cinta yang sedang menyandu asmara ;> hati-hati, cinta bisa membunuhmu....:p )

Kamis, 14 Januari 2010

Seseorang dengan 'dua' tanggal kelahiran

Belasan tahun yang lalu, sepasang mata kecil menatap cepat deretan tanggal dan nama di sebuah papan absensi sekolah. Otaknya mencatat dengan cepat dan menghafalkannya.

Tahun-tahun berikutnya, setiap tanggal yang diingatnya itu, ia selalu bilang 'Happy Birthday' dalam hati.

Belasan tahun kemudian, ia diberi tahu, bahwa tanggal yang ia ingat selama bertahun2 sebagai hari ultah seseorang yang menjadi cinta rahasianya, adalah salah!

Dan baru hari ini, ia kembali tahu, bahwa apa yang dilihatnya di papan absensi itu, yang ia hafalkan itu, yang ia ingat2 selalu...tidak lah keliru. Dia memiliki dua hari ulang tahun :)

Nasihat dari Amanda

Seharusnya, film ‘Hari Untuk Amanda’ bukan diberi logo R (Remaja), melainkan D (Dewasa), karena ceritanya memang tentang dilematika orang yang mau menikah. Akibatnya, tadi ada banyak anak kecil yang nonton film ini, dan aku yakin mereka nggak ngerti apa esensinya. Mungkin juga ortu mereka salah sangka dengan judulnya, hingga dikira film anak-anak. Wait, apa mereka kira ini akan bercerita soal Amanda yang pemain sinetron remaja itu ya?? :p
Padahal di depan ada bannernya loh, bergambar tiga tokoh utamanya, judul film yang menonjol : HARI UNTUK AMANDA; “Cinta Lama Bersemi Kembali”.

***
Selalu saja, masa lalu menjadi penghalang tersering sebuah hubungan. Film ini, menurutku cukup cerdas menggambarkan semua itu. Amanda yang akan menikah dengan Dody, harus terperangkap dalam kenangan masa lalu bersama mantan pacar yang hadir kembali, Hari.

Hari (sang mantan) memang menyenangkan, sangat mengerti Amanda (mereka 8th pacaran), dan tentu saja selalu ‘ada’ saat Amanda membutuhkan seseorang di sampingnya. Dan menjelang pernikahan Amanda dengan Dody, Hari coba mengulik kembali kisah kasih mereka dengan harapan Amanda akan kembali kepelukannya. Berhasil! Amanda merasa, mungkin keputusannya hendak menikah dengan Dody adalah salah.

But, in the end of story, Amanda jadi sadar.... Hari tak pernah bisa serius dan ‘pasti’ hidupnya. Hari selalu memberikan keseruan2, hal yang saat ini bukanlah yang ia butuhkan. Amanda butuh keseriusan seorang laki2 untuk hidupnya. Laki2 yg menjadikannya ‘pusat’ kehidupan.
Amanda pun kembali pada Dody. Menjadi lebih mengerti Dody. Dan bisa menjalani semuanya dengan lebih santai kaya dipantai, slow kaya di puloww... :)
***

Aku termasuk orang yang susah melupakan masa lalu. Aku termasuk orang yang selalu ‘eman’ dengan yang namanya kenangan. Aku pernah ngerasain bagaimana mencari ‘kepastian’ dan bagaimana cara ‘memastikan’ itu. Nggak mudah kawan :(. Tapi saat itu aku menjadi lega luar biasa, karena aku berani menjadi diriku dengan melakukan apa yang kumau dan menurutku harus kulakukan, apapun resikonya! Hasilnya memang menyakitkan, tapi itulah resiko memilih.

Kita memang tidak pernah tau, apakah pilihan2 yang kita ambil dalam hidup ini adalah tepat (termasuk jodoh), sampai waktu menjawabnya kemudian. Kita hanya tau bahwa setiap pilihan harus ditentukan dengan sebaik mungkin...dan siap dengan segala konsekuensinya.

***
Lagu, tempat makan, wangi parfum, kartu ucapan, jalan yang pernah dilalui bersama...adalah sebagian hal yang seringnya menjadi ‘senjata’ untuk membangkitkan kenangan. Mungkin Benar yang dikatakan kakaknya Amanda di film itu, perceraian adalah perkara lain dalam perjalanan pernikahan. Yang jelas, saat ia dulu menikah, ia merasa yakin dengan pilihannya. Intinya, BERANI lah untuk menikah! :)

*nasihat untuk diri sendiri*

Minggu, 10 Januari 2010

Quote

Segalanya mungkin.
Hal - hal yang kelihatannya tidak mungkin hanya membutuhkan waktu yang lebih panjang.
(Digital Fortress-Dan Brown)