Senin, 04 November 2013

MY FIRST BOOK

29 Juni 2012, Grand Indonesia
Itu adalah kali pertama aku ketemu sama Penerbit Mizan. Rasanya susah digambarkan… Antara grogi, happy, dan excited! :D. Ada mba Dhias dan mas Peter yang sudah lebih awal aku ‘kenal’ lewat twitter. Obrolannya santai ternyata. Mbak dan mas dari Penerbit Mizan baik2 semua hehe… Inti pertemuan itu adalah penjelasan apa yang harus aku lakukan sebagai penulis 2 di buku yang akan aku bikin bersama Tjokde, sekaligus ngasih draft kontrak kerjasama ;)
***
My first book with Tjokde :')
My first book with Tjokde :')
Menulis buku itu impianku sejak lama. Well, I love writing… makanya sampe punya beberapa blog untuk menyalurkan hobiku yang satu itu. Allah memang Maha Baik, meskipun harus melewati ‘jalan panjang’,  pada akhirnya mimpi itu terwujud dan diberi kemudahan saat mewujudkannya. Seperti yang pernah kubilang, semesta mencatat mimpimu :)

Kalau dirunut, ceritanya panjang… :)

Ini nggak bisa lepas dari program Nature Life yang kupegang. Nggak bisa lepas juga dari keyakinan jeng Christin yang mempercayakan pembuatan program itu padaku, hingga aku kenal Tjokde. Lalu Tjokde ditawari bikin buku, dan mengajakku terlibat dalam penulisannya.
***
Benar seribu persen kalau ada yang bilang, menulis itu butuh mood dan fokus. Aku lupa tepatnya, tapi kira-kira sekitar empat bulan aku berusaha fokus total nulis buku itu. Hari Sabtu-Minggu dan hari libur sengaja nggak pernah kemana-mana biar bisa nulis. Apalagi materi yang kutulis bukan hal yang sepele, melainkan hal serius karena menyangkut kesehatan dan nyawa orang. Belum lagi tektokan sama Tjokde yang tiap hari sibuk dengan pasien2nya di Bali, juga takes time. Kadang, mood nulisku lagi bagus, Tjokde pas nggak ngasih bahan untuk kutulis. Kadang, kerjaanku lagi banyak, Tjokde dengan lancar ngasih bahan dan tulisan yang harus kususun, hingga jadinya malah numpuk pe er ku. Tantangan terbesarnya ya, memang jarak itu tadi. Jadi tektokan cuma by email, sms, bbm, atau telepon. Kadang nggak bisa langsung dapat jawaban kalau ada hal yang perlu aku konfirmasi ulang ke Tjokde. Harus nunggu beberapa jam, bahkan hari. Tapi kadang juga cepet. Yaaa..gitu deh! Hehe..

Di awal penulisan, untungnya Tjokde pas ada jadwal ke Jakarta, jadi aku bisa langsung menyusun banyak pertanyaan untuk dia jawab, sebagai bahan tulisan. Biasanya kami memilih kedai kopi untuk diskusi dan menyusun materi tulisan. Biar kaya penulis2 yang keren itu laaah… maennya di kedai kopi! Hehehe…
Tjokde merekam penjelasannya soal penyakit di ipodku :)
Tjokde merekam penjelasannya soal penyakit di ipodku :)
'Rekaman' lagi di PS :)
'Rekaman' lagi di PS :)
Jawaban2 Tjokde aku rekam di BB atau ipod, trus nanti di rumah aku susun. Gampang sih, yang susah itu kalau Tjokde coba menuangkan pemikirannya dengan bahasa Indonesia tapi susunannya salah dan punya arti beda dari yang dimaksud. Jadi aku harus benar2 mencernanya dengan baik, trus re-check ke dia :p

Sudah tidak tahap 'merekam' lagi.. :) - Bali
Sudah tidak tahap 'merekam' lagi.. :) - Bali
Sempat juga ketika aku ada shooting ke Bali, Tjokde mampir ketemuan untuk membahas beberapa hal dalam (materi) buku kami. Pokoknya kesempatan apapun yang bisa digunakan untuk nyelesein buku, hajarrr!! :D

Last meeting, sebelum tulisan diserahkan ke penerbit - Anomali lagiii ;)
Last meeting, sebelum tulisan diserahkan ke penerbit - Anomali lagiii ;)
***
Hal-hal inti untuk buku sudah tersusun, tinggal mencari printilannya, seperti foto (mostly dari aku, hasil jeprat-jepret kalo lagi shooting hehe), sumber-sumber data pelengkap, dll. Hingga akhirnya di bulan Januari akhir atau Februari awal, materi buku kami serahkan ke penerbit (editor, namanya mba Dhias). Mulai dari situ, tektokan terjadi antara editor buku dan kami (aku & Tjokde). Ada beberapa hal yang harus dibetulkan, dikurangi, atau ditambahi. Mba Dhias akan email hal-hal yang dimaksud, dan kami pun membalasnya lewat email. Dan itu nggak secepat/semudah yang dibayangkan, karena balik lagi ke soal jarak dan waktu… Kadang mba Dhias nanya hari Senin, aku dan Tjokde baru sempat cek hari Rabu, trus ngasih jawaban Senin di minggu berikutnya…hehe… Jadi, ya agak lama. Maapkeun kami, mba Dhias… ;)

Soal foto juga begitu, ada yang masih kurang dan aku butuh waktu untuk ngelengkapinnya. Sampai akhirnya di bulan Oktober 2013, buku itu terbit :). Butuh waktu satu tahun tiga bulan, hingga akhirnya buku ‘Sehat Holistik Secara Alami’ ada di rak-rak toko buku kesayangan pemirsa… :’)
***

Kalau bicara tantangan, yang paling berat sebenarnya membuat materi ‘berat’ jadi terasa ringan dan mudah dipahami dalam bentuk tulisan. Isu kesehatan itu serius dan ‘berat’, ditambah judul buku yang kesannya seriuuuusss banget. But, believe me, isi bukunya cerna-able kok ;) Kalau sampe ada yang susah mencerna isi buku, berarti aku gagal sebagai penulis 2, soalnya itu tugasku; mempermudah penjelasan Tjokde dalam bahasa/kalimat yang menarik dan tidak membosankan ke buku.
***

Yang paling aku suka dari buku ini adalah adanya penjelasan logis berurutan yang coba dihadirkan untuk membahas suatu penyakit atau pengobatan. Misalnya begini, kalau kita pusing tujuh keliling (vertigo) atau pusingnya di bagian depan dan atas kepala, artinya fungsi ginjal kita terganggu. Kenapa ginjal bisa terganggu? Apa akibatnya kalau fungsi ginjal terganggu? Itu ada penjelasannya. Fungsi ginjal yg terganggu bisa bikin aliran darah ke otak tidak lancar. Yang bikin tidak lancar bisa karena kita kurang cairan. Nah, apa yang bisa melancarkannya? Pastilah bahan2 yang punya kemampuan menstimulasi aliran darah ke otak. Lalu ada ramuan herbal yang dicontohkan dan juga obat homeopathy yang disarankan. Di bagian lain buku, ada juga informasi soal organ tubuh (termasuk ginjal), cara kerja dan fungsinya, serta makanan2 apa yang ‘baik’ untuk organ tsb. Jadi kalau kita udah tau sakitnya di bagian mana, penyebab sakitnya apa, akan dengan mudah menelusuri obatnya. Kalau masih bingung dan ragu, sebaiknya konsultasi sama ahlinya ;)

Buku ini juga mengenalkan hal baru, menurutku, yaitu tentang Homeopathy. Jujur, istilah itu aja baru aku tau saat mau bikin program Nature Life. Padahal pengobatan ini populer sekali di barat sana sampai sekarang. Setidaknya, ini jadi pengetahuan baru buat kita dan tambahan info untuk mereka yang sedang mencari pengobatan alternatif untuk penyakitnya. Jangan menyerah, brooo! :)

Pada intinya, buku ini ngajak kita untuk hidup sehat; sehat makanannya, gaya hidupnya, dan lingkungannya. Buku ini ngasih ‘kepercayaan diri’ penuh pada kita untuk ‘mengobati diri sendiri’ karena sebenarnya kita bisa!

***
Inilah ‘jawaban’ dari penolakan2ku saat itu, kalau diajak hengot sabtu-minggu sama temen2. Maafkan yaaa… J. Emang cuma beberapa orang yang tahu kalau aku (dan Tjokde) sedang menulis buku, saat itu. Sengaja sih, biar jadi surprise, sekaligus menghindari pertanyaan2 dan ketakutan2 kalau2 ada halangan di tengah jalan saat penulisan. Tapi Alhamdulillah semua lancar dan akhirnya bisa terbit :).
***

Nggak ada hal muluk yang aku harapkan selain buku ini bisa bermanfaat buat yang membacanya. Nggak ada hal yang lebih membanggakan selain melihat namaku akhirnya tercantum di salah satu buku, di antara buku2 lain dalam rak toko buku :). Meskipun bukan buku sendiri(an), tapi aku hepi sekali… ini jalan yang dikasih Allah, biar aku kenal penerbit, tau gimana rule menulis buku dan diterbitin, tau apa2 yang harus disiapkan dan dilakukan saat menulis buku… pokoknya jadi pengalaman luar biasa lah. Priceless!! :)

***
Pada akhirnya, aku cuma bisa bilang Alhamdulillah, terimakasih nggak putus2 sama Allah dan semua orang yang selalu ngasih suport positif buatku mewujudkan setiap mimpi, termasuk menulis buku. Hey, I make it happen! ;)


Selasa, 01 Oktober 2013

MY TRIP, MY ADVENTURE!

MTMA logo
Itu judul program baruku yang mulai tayang di Trans TV, 15 September 2013, jam 8.30 WIB.
Keren? Ya pasti laaahh...! hahaha...

Udah lama pengen punya program traveling yang nggak bawa2 banyak alat dan perabot syuting, kaya Koper dan Ransel, dulu. Trus pas ngajuin konsep ke management, ternyata disetujui dan digabungin dengan usulan program sejenis. Jadilah #MTMA ini.
crew

Ini bukan program jalan-jalan biasa, ini luar biasaaa!! Hehehe... Dari judulnya aja udah keliatan kan, kalau di dalamnya ada adventure items yang bakal dilakuin sama Hostnya. Hal2 yang dilakukan para hostnya dan lokasi2 yang dikunjungi nggak cuma lokasi wisata atau populer aja. Malah kami pengennya dateng ke lokasi2 yang belum terkenal, belum diekspose, tapi punya potensi untuk dibahas dan diketahui. Apalagi Hostnya dua orang cowok yang punya karakter berbeda dan menarik, plus guanteng2... ;)

Vicky

Hamish

Cewek - ceweeeekk...mana suaranyaaaah?? Heheheee...

Vicky Nitinegoro udah lama malang melintang *halah* di dunia entertainment; pemain FTV, Host, pemain band, dan sekarang nge-DJ juga. Kalau Hamish Daud masih terbilang baru; "...orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak kan pernah kumiliki keutuhannya." Inget kalimat itu? Yep! Penggalan narasi di film pendek 'Hanya Isyarat' yang ada dalam omnibus Rectoverso. Tapi Hamish ternyata juga udah sering jadi model, lhoooh! Backgroundnya adalah sebagai Design Principal di perusahaan arsitektur yang dia bangun bareng temen2nya di Jogja. He lives in Bali.

MTMA 4

Well, MY TRIP MY ADVENTURE bakal ngelihatin hal menarik dan riil di setiap perjalanan yang dilakukan para hostnya; interaksi sosial, becandaan mereka, kekaguman mereka pada tempat dan budaya yang ditemui, keusilan Vicky, keingintahuan Hamish, keberanian mereka mencoba berbagai hal..... that's their adventure! :)

My Trip, My Adventure

Sooooo, watch us in Trans tv every Sunday, 8.30 am ya, broooo!! ;)

Follow twitter #MTMA : @myTrip_myAdvntr

Senin, 20 Mei 2013

I Dreamed a Dream...


(sunrise, couple, in love)
(sunrise, couple, in love)
Aku yakin, setiap orang pernah jatuh cinta. Pada orang yang baru dikenalnya, pada orang yang sudah lama menjadi sahabatnya, pada orang yang belum pernah dilihatnya langsung, bahkan pada orang yang hanya didengar ceritanya saja. Rasa suka itu seperti udara, mengalir kemana saja, mengisi setiap rongga kosong yang ada.

***

Dalam agama yang kuyakini, jodoh itu sebaiknya yang sekufu. Ada yang menafsirkan sekufu dengan 'setara' dalam berbagai hal, misalnya pendidikan, ekonomi, sosial, usia, dan terutama agama. Aku sih, setuju2 aja ya, lepas dari beberapa kasus pengecualian, memang sebaiknya kita menikah dengan yang sekufu, biar gak jomplang menjalani hidup :)

Kisah Cinderella atau cerita anak pembantu yang disunting anak direktur perusahaan itu cuma ada di buku dongeng dan sinetron. Be realistic, meskipun berkhayal itu gratis! :p

***

Aku pernah menyukai (belum mencintai) seseorang karena tulisan2nya, pemikiran2nya, dan pertemuan yang hanya sekali saja dimasa lalu. Saat itu sempat mikir, diakah jodohku? Ternyata bukan :)

Aku pernah 'dibuat ge er' dengan kembali dipertemukannya aku dengan my first love. Tapi beberapa waktu coba untuk bersama, gak jadi juga :)

Aku pernah mencintai seseorang dengan banyak kesamaan, dengan banyak hal yang semula hanya kuhayalkan tapi ternyata ada di dia, dengan segala situasi yang memungkinkan kami untuk bersama...tapi broke up juga :)

Jadi ketika saat ini some signs mendatangiku, aku cuma senyum2 dan menahan diri untuk gak terlalu ge er dengan yang terjadi. Bisa jadi ini masih 'bridging' ke scene yang sebenarnya ;) *bahasanyabrodkesbenjeeet* hehe. Eh, tapi berdoa pelan2 dalam hati boleh, kaaan? :p

***

Aku pernah menulis, jika kau bisa membayangkan bagaimana masa tuamu dengan seseorang, mungkin dia jodohmu. Hummm... Insya Allah, yaaaa :D

***

Ketika jemariku mengetik tentangmu, mungkin kau tengah lelap mencari mimpi. Mungkin esok kita tetap tak bertemu, tapi jari dan hati ini pernah senang menuliskan perasaan tentangmu. Apa yang lebih membahagiakan dari memiliki perasaan senang? :)

Senin, 08 April 2013

Between Pi & Me


 
Sejak hari itu, aku tidak bisa mendefinisikan perasaan ini, sampai sore tadi ketika kembali menonton film Life Of Pi.

Perasaan Pi ketika Richard Parker, harimau buas dan mengerikan yang bersamanya mengarungi lautan selama berbulan-bulan, pergi begitu saja… aku menemukan jawabannya. Aku merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Pi.

Richard Parker (hanyalah) seekor harimau, tapi kebersamaan mereka selama berbulan-bulan di lautan untuk bertahan hidup, membuat Pi amat menyayanginya. Tapi, apakah Richard Parker mengerti?

Dan ketika mereka akhirnya terdampar di pantai Meksiko, beginilah Pi mengungkapkan perasaannya…

“Di tepi hutan itu dia berhenti. Aku yakin dia akan menoleh melihatku. Mendekatkan telinganya ke kepalanya dengan perasaan bangga. Dia membawa hubungan kami sampai akhir. Tapi ternyata dia langsung menerobos masuk hutan….
Richard Parker, sahabat buasku yang mengerikan, yang telah membuatku bertahan hidup, menghilang selamanya dari hidupku….”

“Beberapa jam kemudian orang-orang menemukanku. Aku menangis seperti anak kecil, bukan karena aku telah berjuang mati-matian selama ini, tapi karena Richard Parker meninggalkanku begitu saja. Hatiku hancur…”

“Ayahku benar, Richard Parker tak pernah melihatku sebagai temannya. Setelah semua hal yang kami lalui, bahkan ia tak pernah melihat ke belakang.
Tapi aku harus percaya ada sesuatu yang lebih di dalam matanya. Lebih dari refleksiku sendiri, menatap ke arahku. Aku tahu itu, aku merasakannya. Bahkan jika aku tak bisa membuktikannya.”

“Aku sudah banyak kehilangan…mungkin semuanya adalah kehidupan yang harus kulepaskan. Tapi apa semuanya akan selalu menyakitkan?"
"Tak sempat mengucapkan selamat tinggal… Aku tak sempat mengucapkan terimakasih pada ayahku untuk semua pelajaran yang aku tahu darinya. Untuk bilang, bahwa tanpa pelajaran darinya aku tak mungkin selamat. Aku tahu Richard Parker adalah Harimau, tapi aku berharap bisa mengatakan; ‘Its over and we’re survive. Terimakasih karena telah menyelamatkan hidupku. Aku menyayangimu Richard Parker. Kau akan selalu bersamaku. Tapi aku tidak bisa bersamamu…”

Kuulang berkali-kali bagian itu. Kuperhatikan kata demi kata yang diucapkan Pi. Kurasakan kesedihannya. Kumengerti kekecewaannya. Tapi aku masih belum bisa menjawab, apa perasaan ini…mengapa aku merasa begini??

And I found it in the book later. Here some for you :
‘Penting dalam hidup ini untuk mengakhiri segala sesuatu dengan semestinya. Hanya dengan begitu kita bisa merelakan. Kalau tidak, hati kita terbebani oleh penyesalan, oleh kata-kata yang mestinya diucapkan, tapi tak pernah tersampaikan. Perpisahan yang tak tuntas itu meninggalkan kepedihan yang masih terasa hingga hari ini.’ - Pi

Dan aku mengerti perasaanku kini. Do you?

Aku tak mengatakan benci atau cinta. Aku tak mengatakan tidak atau iya. I didn’t say blessing or not blessing. Aku menyesali semua yang baik itu berakhir tanpa salam terakhir.
Aku seperti Pi, yang mungkin ingin mengucapkan terimakasih untuk semua hal indah yang pernah terjadi, untuk semua pengalaman hidup yang mendewasakan..yang membuatmu baik dan menjadikanku juga baik, untuk kekuatan yang pernah saling dibagi, untuk sedih yang pernah saling ditangisi…

‘Sangat menyedihkan perpisahan yang tak disertai ucapan selamat tinggal’ - Pi

I already know before you tell me the story. I don’t know which is true, but that’s not the point. You'll never know until you try to understand the importance of respecting people’s feeling who have been you care.

Senin, 01 April 2013

Pooooossse!!!

(when 2 ladies came to office at 00.16 )

Sabtu, 16 Maret 2013

Yesterday....

Salah satu hal tersulit dalam hidup itu ternyata adalah memiliki rasa ikhlas melihat orang lain bahagia tak bersama kita....

Aku pernah meminta pada Tuhan, agar ia menjadi milikku
Aku pernah merengek pada Tuhan, agar ia menjadi teman sepanjang hidupku
Aku pernah memohon pada Tuhan, agar suatu waktu nanti kami dipersatukan
Tuhan tak mengabulkan semuanya....

Kamu tahu, kesedihan terdalam tak ditunjukkan oleh air mata
Kesedihan terdalam tak memiliki penjelasan kata-kata

Kamu mungkin sering patah hati
Kamu pernah putus cinta, dikhianati, disakiti, atau mungkin ditinggal menikah kekasih hati
Tapi sakitnya tak akan melebihi rasa sakit karena dilupakan, diabaikan, dan diacuhkan
Pedihnya sama dengan dibohongi orang yang kamu sayangi setengah mati

Hari yang selalu aku pikirkan, yang pernah aku 'takutkan', pada akhirnya datang juga
Hari yang kukira akan membawaku ke duka terdalam, akhirnya datang juga
Tapi ternyata, aku tidak takut dan aku tidak duka mendalam
Aku sedih? Iya. Dan aku tak memiliki alasan untuk berlama-lama memikirkannya.

Every story has end...
Satu-persatu, puzzle hidup tersusun menggenapi cerita dan membangun kisah baru
Mungkin belum waktunya untukku, untukmu, dan Tuhan masih meminta kita bersabar

Percayalah, ketika kau sudah pernah merasakan segala macam kekecewaan, kesedihan, ketidakadilan... kau akan menjadi semakin cepat mengatasi segala yang tak diinginkan hati.
Kau hanya perlu diam atau menuliskannya seperti ini.
Bebanmu akan melayang dan hatimu akan kembali tenang.
Teruslah penasaran dengan apa yang akan diberikan Tuhan...

Jakarta, 16 Maret 2013
a day after.....


Minggu, 03 Februari 2013

Semua akan indah pada waktu-Nya..


Beberapa hari yang lalu, seorang teman bbm dan menawariku untuk apply menjadi direktur sebuah LSM. Whaaatt?? Nggak salah tulis, nih? Director (sutradara) mungkin? Tanyaku. Tapi si temen kekeh bilang, Direktur. Oh, oke. Beberapa hari setelah itu, aku baru bisa membuka email darinya yang berisi attachment 'undangan' untuk melamar menjadi Direktur itu. Recruitment terbatas, dan aku dia rekomendasikan karena dianggap pantas. Hemm..sik..sik..ojo kesusu :D

Membaca attachment undangan menjadi Direktur itu, aku jiper sendiri. Di situ ditulis kalau calon direktur ini harus punya integritas, ide-ide baru, dan mampu mengangkat potensi 65 juta remaja di Indonesia. Wow! Ini nggak main-main. Ini serius. Yang bikin sedikit 'tenang' adalah fakta bahwa bidang atau media yang digunakan LSM ini sudah akrab dengan keseharianku, yaitu media audio visual. Secara teknis, aku bisa, tapi jadi seorang direktur itu berarti jadi pucuk pimpinan yang harus bisa memimpin bawahan2nya plus 65 juta remaja di Indonesia! Memimpin di sini bukan hanya secara teknis tapi non teknis juga, mental dan sikap. Ya toh? Hyungalah...

Tiba-tiba, yang ada di pikiranku bukan lagi persoalan jadi melamar atau tidak untuk posisi Direktur itu, tapi hal lain yang membuatku realize kalau untuk menikah pun, aku belum siap....
Sudah sering aku dengar, kalau kesiapan menikah untuk setiap orang itu beda2. Kadang yang kita lihat, belum tentu yang dirasa si orang itu. Kadang kita bertanya2, mengapa si A, si B, yang kelihatannya sudah mapan, dewasa, matang...belum juga menikah, tapi si C, si D, yang masih muda dan belum begitu mapan karirnya sudah berani menikah. Jelas, mereka memiliki jawaban dan alasannya masing2. Sepenuhnya aku menghormati hal itu. Sepenuhnya juga aku memahami mengapa beberapa orang masih tak mengerti dan 'memaksa' kita untuk segera menikah dengan alasan kepantasan dan kelayakan menurut 'ukuran' mereka :)

Ketika aku membaca 'syarat' menjadi Direktur itu, aku menanyakan pada diriku sendiri, mampu atau tidak. Yang tau kemampuan dan potensi kita, ya diri kita sendiri, maka aku mulai menanyakan 'kekuatanku'.
Q : "Kamu nanti harus mimpin anak buah, loh"
A : "Bisaaaa. Setidaknya sudah kujalani hal seperti itu.."
Q : "Tinggal di Jogja?"
A : "Mau banget!"
Q : "Ini nirlaba loh.."
A : "i know... bisa dipikirkan nanti..toh aku masih bisa bekerja yang lain juga.."
Q : "Menghadapi birokrasi, orang2 tua..?"
A : "Gampaaang..toh, nanti ada teman2 yang membantu.."
Q : "Ada jutaan remaja yang melihatmu, menunggu aksimu, mungkin 'bergantung' harapan padamu.."
A : "mmm..."
Q : "Kamu tuh kecil, masih kaya anak2. Butuh sosok keibuan atau setidaknya dewasa untuk 'memimpin' mereka. Look at your self!"
A : "...."
Q : "Direktur kok cengengesan, ngetwit asal, senenge dolan...ah, rung pantes dadi conto!"
A : -----------
Q : "gitu aja, kok ya mau nikah! Tanya hati kecilmu, bisa nggak handle anak kecil yang nangis, yang sakit, yang butuh di didik? Allah nggak bakal ngasih kalau kamu belum siap. Sekeras apapun kamu teriak 'SIAP' tapi hati kecil dan Tuhanmu nggak bisa dibohongi!"
A : :(

Aku males melanjutkan tanya jawab sama diriku sendiri ini... Makin banyak nanya, makin jiper aja. Lambat banget ya, perkembangan hidupku. Mau dewasa aja susah. Mau siap nikah aja susah. Mau berani menjalani hidup seperti orang dewasa lainnya aja susah.
Ya memang, aku masih 'enggan' kalau harus direpotkan dengan bayi atau anak kecil, tapi kan siapa tau kalau anak sendiri, enggak. Ya kan?? Aku juga ogah kalau harus bersikap ala ibu-ibu itu. Sangat bukan aku! Cara berpakaian, sikap, dan gesturku itu nggak dewasa banget, lah. Cant explain this, tapi kamu pasti tau maksudku. Gimana aku bisa 'memimpin' anak-anakku kalau mbayangin memimpin remaja2 di luar sana aja aku ragu. Belom lagi harus mempertanggungjawabkan pekerjaan pada jajaran direksi, komisaris, atau owner secara langsung. Kalau mbayangin itu aja masih sulit, gimana mau mbayangin ngadep mertua dan bertanggungjawab untuk bersanding setia sama anaknya... *fiuh!

Ini sama kaya jamannya cari2 kerja dulu. Tuhan ngasihnya bertahap untukku. Tapi pada akhirnya aku realize, kalau itu semua disesuaikan dengan kesiapan diriku. Sebenarnya setiap kita, menyadari banget kapan benar2 siap akan suatu hal, kapan belum. Dulu, ketika melamar kerjaan di perusahaan2 besar di Jakarta, selalu terselip rasa khawatir, akan mampukah aku bekerja di situ, di kota yang jauh dari keseharianku, dan beneran gak berhasil. Trus, aku mulai 'mengerucutkan' pilihan, untuk melamar ke bidang/perusahaan yang aku minati dan sesuai dengan latar belakangku, yakni media. Tapi tetep aja, ketika melamar ke TV-TV nasional saat itu, masih terselip ragu, bisa nggak ya....mampu nggak ya dengan 'ilmu' segini...cukup nggak ya dengan modal tabungan segini... dan beneran, nggak lolos juga.
Sampai suatu masa, setelah aku ngerjain banyak program tv (meskipun skala lokal), setelah aku makin banyak mengerti tentang bekerja di media, setelah aku mulai merasa cukup tabungan untuk (misalnya) dibawa ke Jakarta, setelah aku merasa pede dengan penampilan dan sikapku untuk bekerja di kota besar, setelah aku merasa 'stag' dengan yang kulakukan di kantor lama....Allah mengabulkan doaku, aku diterima bekerja di tv nasional dan merantau ke Jakarta. Entah darimana rasa 'siap' itu muncul, aku hanya merasa siap aja!  Dan itu memang indah dirasa... :D

Sekali lagi, ukuran kesiapan setiap orang itu beda-beda. Semua itu dipengaruhi oleh mental, emosional, spiritual, latar belakang sosial, pendidikan, dan pengalaman hidup. Lalu mengapa harus memaksa jika Tuhan belum berkata, iya?!

Sabtu, 17 November 2012

TWEET DI RETWEET

Empat hari yang lalu, tiba-tiba akun twitku banjir mention! Rupanya ada satu akun yang biasa nge-twit kalimat-kalimat bagus, me-rituit punyaku. Awalnya aku lupa dengan twit yang di RT itu, wong udah lama sekali. Bener-bener nggak ngenalin. Tapi setelah dia me-rituit twit-twitku yang lain, aku mulai inget pernah nge-twit begitu. Oalaah...betapa pikunnya diriku... *sigh

Ini adalah 4 twit jaman baheula yang di-rituit @JelajahKata dan @KutipanUntukmu, hingga akhirnya di-rituit lagi sama banyak follower mereka. Jangan ketawa dulu ya, itu galaunya udah berlalu kok... :p


'Kekasih itu dia yang mengerti mauku tanpa kukatakan. Memahami maksudku tanpa kujelaskan.'

'Rindu itu ketika aku membubuhkan titik - titik tak beraturan pada kertas, ternyata menyusun namamu.'

'Rindu itu, membayangkanmu ketika aku berbicara dengan yang bukan kamu.'

'Apalah aku. Kutangkup sayap, kuurungkan harap. Dan perlahan, aku mengendap pergi.'


Oooh gooosh.....galau nian twit-twitku ituuuh! >_<

Well, kadang aku suka heran, kok bisa dulu bikin kalimat2 seperti itu. Suasana hati emang mendukung produktivitas tulisan, nih! hehehe... Padahal kadang yang aku tulis juga nggak melulu 'kisahku' loh, kadang dari melihat atau mendengar kisah orang lain, jadi tercetus ide menulis, yang kemudian aku twit atau posting di blog. 

Anyway, thanks buat yang sudah suka dan meng-RT twit-twitku itu. Mungkin mewakili hati dan pikiran kalian, mungkin juga tidak. Karena banyak juga yang hanya suka dengan 'permainan' kata-katanya. It's oke, itu nggak mengurangi rasa terimakasihku :)


@indriyuliani

Senin, 17 September 2012

SRIYANI




Inilah kota yang tak pernah tidur itu, Jakarta.
Saat yang mengaji subuh ini belum selesai, sebagian penduduknya yang lain sudah bersiap ke tempat kerja. Seperti diriku yang tengah menyusuri gang-gang sempit perkampungan tepi kota ini untuk mencapai jalan raya dan menunggu angkot di sana.

Satu-persatu penghuni rumah-rumah petakan yang kulewati, keluar dan ikut menyusuri jalanan sepertiku. Tak ada sapa. Pikiran kami terlalu sibuk berdoa agar hari ini tidak terlalu macet, tidak telat tiba di tempat kerja, dan bisa kembali ke rumah sebelum larut malam untuk menebus kantuk yang masih menyisa di mata. Sesekali terdengar suara tangis anak kecil. Mungkin baru saja bangun dan tak mendapati ibu di sampingnya karena sedang menyiapkan sarapan di dapur atau ... ya, sudah berangkat kerja sepertiku.

Mbak Ani, pedagang sayur keliling yang kukenal, kulihat tengah menyiapkan dagangannya, menyusun satu-persatu sayuran yang dibeli dari pasar dini hari tadi. Pedagang sayur keliling ini sangat membantu ibu-ibu yang tak sempat ke pasar atau kekurangan bumbu di tengah-tengah memasak.

“Berangkat kerja, Sri?” Tanya mbak Ani yang sudah melihatku dari jauh.
“Iya, mbak. Mariii..” Jawabku sambil melambatkan jalannya kaki.
“Monggo..monggo…” Mbak Ani melanjutkan menyusun dagangannya.

Di tepi jalan raya, sudah berjajar orang-orang sepertiku yang juga akan berangkat kerja. Sisanya adalah para pelajar yang sekolahnya jauh atau mungkin harus masuk di jam ke-nol. Angkot - angkot dengan jurusan berbeda silih berganti lewat di depanku. Lumayan penuh juga, angkot-angkot itu, padahal langit masih gelap. Mungkin karena ini hari Senin, setiap orang berburu cepat ke tempat aktivitasnya.
Serombongan keluarga pemulung dengan gerobaknya melintas. Di ujung jalan, petugas penyapu jalan raya yang berseragam orange tengah memindahkan sampah yang berhasil dikumpulkannya, ke bak sampah yang  ia bawa. Di seberang jalan, antrian pembeli nasi uduk juga panjang. Aku baru ingat kalau belum sarapan pagi.

Angkot yang kunanti tiba. Bergegas aku naik dan mendapat tempat duduk di pojok kanan belakang. Kuperhatikan penumpang yang lain, rata-rata memejamkan mata. Bisa tidur sejenak dalam perjalanan memang lumayan. Hebatnya, kami para penumpang angkutan umum seperti ini seperti diberi radar untuk selalu terbangun ketika akan sampai tempat tujuan.

Langit mulai terang saat angkotku memasuki terminal paling padat di Jakarta ini, Pulo Gadung. Buru-buru aku turun dan mengejar antrian bis kota terdepan yang sudah perlahan jalan. Soalnya kalau sampai ketinggalan, aku harus menunggu lama di bis kota berikutnya, yang baru akan berangkat jika tempat duduk penumpang terisi penuh. Itu bisa memakan waktu setengah jam lebih. Bisa terlambat aku nanti. Makanya, jadi penumpang kendaraan umum seperti ini harus gesit!

Lagi-lagi semua penumpang yang ada memejamkan mata. Yeah…mendapat tempat duduk di angkutan umum dan bisa tidur sejenak dalam perjalanan itu surga! Aku pun melakukan hal yang sama. Sayup-sayup kudengar pengamen cilik menyanyikan lagu dari band-band yang sedang hits saat ini.

“Mampang…Mampang!”
Kernet bis berteriak untuk memberitahu posisi kami, para penumpangnya, saat ini. Hmm.. sebentar lagi giliranku turun. Kukeluarkan ongkos pas dari saku tas bagian depan yang memang sudah kusiapkan sejak dari rumah. Membuka-buka dompet di atas kendaraan umum bisa mengundang pencopet, makanya tak pernah kulakukan.

“Kiri, bang!”
Angkot menepi dan melambat namun tak sampai berhenti. Aku pun melompat turun.

Inilah kantorku tercinta. Gedung berlantai duapuluh lima yang terkenal se-antero Jakarta. Bangga sekali aku menjadi salah satu yang bekerja di dalamnya. Jam tujuh tepat aku tiba dan mengisi daftar hadir yang ada. Suasana masih lengang. Dua orang satpam berdiri di depan pintu kaca untuk memeriksa bawaan setiap orang yang masuk ke gedung ini. Sebelumnya, dua orang satpam yang lain juga sudah memeriksa di pintu gerbang kawasan gedung. Sejak aksi teror bom marak di negeri ini, pengawasan keamanan diperketat di mana-mana, termasuk di tempat kerjaku ini.

Seperti gedung-gedung perkantoran yang lain, tempat kerjaku ini juga ber-AC dan berpengharum ruangan yang menyemprot otomatis setiap sepuluh menit sekali. Dinginnya ruangan lebih dingin dari mol yang sering kudatangi kalau habis gajian. Makanya aku bersyukur sekali kerja di tempat ini karena tidak harus bekerja panas-panasan seperti tetanggaku yang jualan pakaian di pasar atau adikku yang menjadi pengantar makanan cepat saji dengan menggunakan motor. Orangtuaku juga bangga anak gadisnya bisa kerja di gedung bagus, terkenal, dan ber-AC seperti ini. Aku pernah mengajak mereka kemari saat hari libur, karena mereka penasaran dengan tempat kerja yang selalu kuceritakan wangi ini. Sepulangnya dari sini, mereka wanti-wanti agar aku bekerja dengan rajin, biar bosku sayang sama aku, dan memperpanjang masa kontrak kerja yang hanya berumur empat bulan saja. Oiya, satu lagi yang menyenangkan adalah gaji yang kuterima sebulan sekali itu langsung ditransfer ke rekeningku. Rekening itu dibuatkan oleh perusahaan tempatku kerja untuk mempermudah pembayaran gaji, katanya. Jadi, setiap bulan aku tinggal mengambil uang dengan kartu ATM yang baru pertama kalinya kumiliki. Rasanya keren sekali!

Aku bergegas ke ruang ganti untuk menukar pakaian yang kukenakan dengan seragam kerja. Sengaja aku memakai seragam jika sudah di kantor karena tak ingin seragamku basah oleh keringat dan bau asap kendaraan dalam perjalanan. Begitu juga dengan sandal yang kukenakan, kuganti dengan sepatu flat hitam yang kusimpan di belakang lemari ruang ganti. Tiap hari berlari mengejar angkutan umum tak akan membuat alas kaki tahan lama, makanya aku selalu mengenakan sandal saja, lalu menggantinya dengan sepatu, di kantor. Kupatut-patut diriku di kaca, memastikan kerapihan seragam yang kukenakan, seragam biru tua kebanggaan dengan tulisan namaku di saku depan; Sriyani, dan tulisan huruf kapital di punggung belakang atas untuk pekerjaanku; CLEANING SERVICE. Aku siap bekerja.

Minggu, 26 Agustus 2012

The Fake Man

Kebodohan laki-laki adalah tidak pandai menyimpan rahasia.
Kebodohan perempuan adalah mudah percaya pada lelakinya.

WHAT IF....
Seseorang yang (pernah) kamu sayang, dan memberikan nama kesayangan untukmu, ternyata juga melakukannya pada orang lain?
Dan tak cukup panggilan, tapi juga lagu-lagu yang pernah ia 'berikan' untukmu, quote gombalan untukmu, atau status-status di media socialnya untukmu......ternyata juga ia berikan pada orang lain. Kira-kira ia ada di level orang palsu tingkat berapa??

Aku tahu hal ini sejak lama tapi tak peduli sampai ketika kutahu semakin banyak saja kebohongannya. Well, 3 hal yang aku rasa :
1. Tersinggung dan kecewa
2. Bersyukur karena lebih dulu tahu
3. Kasihan sama perempuan itu...

Huft! Sekarang doa kuat2, semoga gak tergoda lagi untuk mengingatnya!


*this is for somebody who call you "Hun", who sent u a message "If a guy pauses his PS3 just to text u back, marry him", and who ever said you were "the best option"*

Eat that!! :p


Jumat, 25 Mei 2012

indriyuliani.com

Dengan bantuan kakak tercinta... (cieh), akhirnya www.indriyuliani.com bisa tampil ke permukaan...hehehe..

Sebelumnya udah bisa, tapi aku 'nyerah' gak bisa ngilangin label 'wp' (wordpress) di belakang url ku. Untung si kakak mau nolongin. Thanks yaaa ;*

Well, semua blog masih akan kuisi. Beberapa ada yg cross posting. Tapi mungkin yang indriyuliani.com itu bakal lebih fresh dan dewasa. huehehe..

Then, how's ur life? Im good :)

Closed

Dan akhirnya semua akan kembali pada keluarga :)

Seringkali kita melakukan kesalahan-kesalahan dalam hidup. Seringkali kita melakukan kesalahan dalam cinta. Tapi seperti bunyi BM yang kuterima beberapa hari lalu, "semua ini pun akan berlalu". Gak ada yang perlu terlalu dibesar-besarkan, dicemaskan.

Enjoy your life, im happy for u ;)


Sabtu, 28 April 2012

Found your soulmate, it's not like the movies....



Cerita di postingan ini dimulai dengan lirik lagunya Katty Perry - Not Like The Movies. Cekidot!:)

He put it on me, I put it on like there was nothing wrong.
It didn't fit, it wasn't right, wasn't just the size.
They say you know when you know
I don't know wow wow wow wow wow oooh

I didn't feel the fairytale feeling no
Am I stupid girl? For even dreaming that I could.

Chorus
If it's not like the movies
That's how it should be yeah
When he's the one, I'll come undone,
And my world will stop spinning
And that's just the beginning .... yeah

Snow white said when I was young,
One day my prince will come
So I wait for that date.
They say its hard to meet your match,
Find my better half
So we make perfect shapes

If stars don't align, if it doesn't stop time,
If you cant see the sign wait for it.
One hundred percent with every penny spent.
He'll be the one that, finishes your sentences.

Back to chorus

Bridge
'Cause I know you're out there,
And your, your love came for me oh oooooh
It's a crazy idea that you were made
Perfectly for me you'll see

Chorus
Just like the movies, that's how it will be.
Cinematic and dramatic with the perfect ending.
Whoooa oooh
It's not like the movies,
But that's how it should be yeah
When he's the one, you'll come undone,
And your world will stop spinning,
And it's just the beginning.

Lagunya keren, ya?! :)
Terdengar galau, tapi lebih galau lagunya Adele, sih! hehehe...
Kalau buat aku pribadi, lagu ini punya spirit luar biasa untuk para jomblowan-jomblowati *hahaha*. Malah bikin semangat to found your 'perfect match'. Jodohmu!:)

Buat yang sudah memasuki usia 'seharusnya' menikah, pasti udah sering banget denger kalimat, "Masa' teman sebanyak itu nggak ada yang cocok? Jangan pilih2 laaah.." :))

Well, kalo aku pribadi sih, EGPC. Emang Gue Pikirin, Cyiiin! haha... Maksudnya, apapun yang mereka bilang, cukup berhenti di telinga saja. Jangan dimasukin hati apalagi kepikiran. That wud steal ur energy. Yang tau apa yang kamu mau, apa yang baik untukmu, apa yang seharusnya kamu lakukan, apa yang cocok dan tidak, ya kamu sendiri. Jangan pernah doing something karena dibawah tekanan orang lain. You have your own freedom! Bahkan Tuhan demikian demokratisnya membiarkanmu mencari dan menemukan jodohmu...masa' mo kalah sama nyinyirnya tetangga :p

Emang unik, sih...kalau ngomongin soal jodoh. Sometimes, u feel 'klik' dengan seseorang dan yakin itu jodohmu, tapi ternyata enggak. Tapi aku masih yakin, itu terjadi karena sebenarnya ada yang jauh lebih 'match' dari sekedar 'klik' itu tadi. Seseorang yang akan 'finishes your sentences' kata mba Katty Perry :)

Setiap orang membutuhkan pasangan. Itu emang udah fitrahNya kok. Tapi seperti halnya maut dan rejeki, jodoh itu misteri. Dia akan datang saat kamu siap. Sama dengan pekerjaan dan hal lain di kehidupanmu, kalau kamu teliti. Buatku sendiri, seseorang yang akan bersanding denganku seumur sisa hidup ini adalah seseorang yang dengannya aku ikhlas bersanding. Yang dengannya aku menjadi hamba dan manusia yang lebih baik lagi. Yes, sure i knew thats nobody perfect, dan aku gak mencari kesempurnaan kok. Aku mencari yang membuat hal ini menjadi sempurna...'Find my better half, So we make perfect shapes' kata mba Katty Perry lagi :))

Mungkin kamu pernah menemukan, orang2 yang terasa 'pas' di hati tapi gak bisa kamu miliki. Buatku, itu menjadi pemicu mimpi, bahwa ada yang lebih 'pas' dari itu lagi. Kita boleh memilih, tapi penetap atas pilihan itu hanyalah Pemilik hidup ini. Tuhan tau siapa yang kumau, tapi Dia jauh lebih tau yang terbaik buatku. So, i'll lying my hope on His hand. Hope to found my soulmate on next weekend ;)




x

Rabu, 25 April 2012

my whitab

wohoooooo.....bisa posting dari whitab !! :)

Kamis, 12 April 2012

Mid of April

Aiihh...sudah mau pertengahan April aja. Duh, jadi counting day gini ya, postingannya...gak seru :(

Btw, aku bakalan punya web blog dengan nama sendiri, loohh... Asiknya diisi apa yaa... secara punya empat blog dengan berbagai kategori aja udah gak keurus....hiks. Blom lagi niatan pengen bikin on line shop, bagemane ngurusnye maliiih!? :D *kebanyakan gaya*
Ya sudahlah, kita lihat aja nanti:p

Tapi bulan April emang selalu penuh kejutan.... Kejutan untuk tahun ini datangnya dari kantor. My boss resigned. Kalau kemaren2 temen2 deket yang pada resign, sekarang bossnya. Dirutnya. Orang yang dianggep pinter dan punya pengaruh di kantor. Tentu aja banyak yang kaget. Timeline penuh dengan twit-twit 'sedih' yang secara implisit merujuk ke peristiwa resignnya si bos. List profil pic bbm banyak yang menggunakan foto beliau. Grup bbm ex teman sekantor pun seharian bahas tentang resign-nya beliau. Bahkan di lokasi shooting, obrolan kami pun ttg kejadian ini. Duh.....emang serasa ada yang hilang.... *cieh*

Aku gak deket, sih sama si bos. Tapi beberapa kali pekerjaanku mengharuskan berkontak langsung dengan beliau. Maybe he didnt know me, tapi pemikiran dan kharismanya terlanjur ngena di hati... *cieh lagi*.

Semua orang bertanya-tanya, si bos bakal pindah kemana, yaaa... Tapi untunglah, dia bilang gak bakal ke tv lagi kecuali kalau tv itu punya dia sendiri. Legaaa...hihi. *Kok kesannya gak rela gitu kalau doski ke tv lain:p* Yaaah, apapun bos...gutlak untuk langkah ke depannya...semoga selalu diberkahi dan di lindungi oleh-Nya.
Nanti kalau butuh broadcaster kece, kontak ane ye! wkwkwk.... ;))




Sabtu, 03 Maret 2012

Baru Lagi, Nih!

Template yang sebelumnya terlalu 'canggih', jadi bingung kalau mau update...hihihi.. So, balik lagi ke selera asal, tapi tetep ada bedanya dong, biar yang baca gak bosen ;p

So, how your satnite? Jomblo? Hahaha....its oke. It just status u knoooo! Kalau hati lo penuh cinta, kalo sebenernya banyak yang sayang sama lo, itu artinya lo gak jomblo! *menenangkan diri sendiri ;p*

Hows ur March? I have so many plans this month. Mudah2an bisa berjalan lancar semuanya. Nanti satu - persatu pasti akan kuceritain kok..

Keep the spirit, never give up to reach ur dream!
Irlandia, im coming! huahahahaa....... *khayalantingkattinggi* :p

Kamis, 01 Maret 2012

Tentang Sebuah Cincin....

Suatu malam, di sebuah taman kota....


Langit sedang tak berbintang. Angin hangat menyapu sepasang muda-mudi yang hening sejak tadi. Keduanya sudah lama tak bersama... bertemu lagi pada kesempatan yang tak terduga. Dulu, mereka memiliki cinta....


Lelaki : "Apakah kau masih menyimpan cincin yang kuberikan untukmu?"

Perempuan : "Masih...."

Lelaki : "Bolehkah itu kuminta balik?"


Perempuan itu tercekat, tak menoleh ke lelakinya. Matanya memanas seketika. Desir jantungnya berdegup lebih cepat. Terbata dia berkata...


Perempuan : "Sure"

Keduanya diam. Lalu lelaki itu berkata perlahan...


Lelaki : "Karena itu kiss ring, kamu balikinnya juga pake kiss yaa... but don't worry, within 5 minutes akan kukembalikan lagi ke kamu..."

Perempuan : "Aaaaaa...... kamu ngerjain aku! Gak tau apa tadi jantungku hampir copot?"

Mata perempuan itu berkaca-kaca, wajahnya menghangat seketika. Ada senyum yang tak bisa disembunyikannya.

Lalu, lelaki itu merengkuh perempuannya...


Langit masih gelap, bintang masih tak terlihat.... Malam tetap berjalan dengan cerita berbeda dari setiap insan...

Minggu, 26 Februari 2012

Tampilan Baru ;)

Fiuh! Ceritanya mau ganti template blog, dinamis sih, tapi kebingungan nyari 'tombol' posting, sign out, dan teman2nya! Hahaha....katroke bener dah! :p
Ternyata harus lewat blogspot dulu, baru bisa posting atau ubah2 setting. Kalau tampilan yang dulu kan masuk ke blognya bisa langsung sign in. Oke deeehh...rempong dikit yang penting tampilan baru. Suka gak? Bagusan mana ama yang dulu? hehe... *berasa ada audience-nya :p*

Well, nggak kerasa bulan kedua di tahun yang baru udah mau berlalu. Ini postingan pertama di tahun 2012 cuy! Hehe.... Maap nggak seproduktif dulu, maklum sibuk... *mulai songong:p*
Tapi mudah-mudahan, kalau cuma pegang satu program di kerjaan kantor, bakal bisa lebih sering posting, deh! Apalagi punya banyak rencana di otak ini yang mengharuskan lebih sering online ;)

Oiya, udah baca postinganku yang ini belum sih? Baca doong...itu update-an ttg kerjaanku..hihi... *penting ya?:p*

Selamat malam Senin, yaaa!

Minggu, 25 Desember 2011

KALEIDOSKOP HATI 2011

Beberapa hari lagi tahun akan berganti. Cepat sekali tahun berlalu. Umur bertambah, usia berkurang:). Tahun ini ada banyak pencapaian ada juga kegagalan. Kerjaan Alhamdulillah lancar, percintaan masih up and down :p
***


Selain program regular (Ala Chef) tahun ini lebih banyak pikiran yang tersita untuk ngerjain program-program blocking time. Sampe akhir tahun ini ada 5 blocking time yang one off dan 1 yang masih berkelanjutan hingga Februari tahun depan. Alhamdulillah masih dipercaya dan masih bisa ngerjainnya bareng temen2 yang super hebat!:))
Tahun ini juga coverage dua acara musik blocking time dan ngerjain dua pilot program baru yang salah satunya segera tayang. I promise u guys, it will be a great program with new icon for Indonesian public figure! ;)

Tahun ini, teman-teman kantor banyak yang resign. Teman satu tim yang paling bikin rasa kehilangan itu ada :( Semoga kalian sukses dengan kesibukan barunya yaaa… *hugs*.


How about me? Yeaa…ada promosi jabatan yang ditawarkan, tapi kalau ada yang lain yang lebih menggiurkan, I’ll say goodbye too! :p
***

Tahun ini juga lumayan banyak liburannya hehe….meski masiiih aja rasanya kurang. Bulan April liburan ke Bali, Juni ke Belitung, September ke Singapore. Liburan itu bikin kamu kaya hati dan pikiran. Kamu akan dapet pengalaman tentang kehidupan, tapi itu kalau kamu ‘pinter’ melihat sisi-sisi di balik liburannya. Asiknya jadi singlewoman seperti aku adalah bisa pergi kemana pun, kapan pun, tanpa ada yang membebani. Hummm, mungkin budget aja yg agak membebani haha... Tapi pengalaman itu memang kadang2 harus 'dibeli'. Uyeaah!:p *ceksaldotabungan*


Dan liburan itu penting sodara-sodara! Terutama untuk healing your broken heart…. #eaaaa :p
***

Masuk di kwartal kedua tahun ini, ada cinta hebat yang menyapa….*uhukuhuk* :p
Nggak lama sih, tapi hebat…bisa mengukir kisah khusus di hidupku. Menciptakan pengalaman hati yang berbeda. Kapan usainya? I’m not sure. Yang kutahu, saat itu kami sedang saling menahan diri agar tidak saling menyakiti dan menetralkan apa yang semestinya tak terjadi, tapi belakangan baru ketahuan kalau telah ada yang lain diantara kami, saat kupikir dia sedang memperbaiki diri. Hiks… :(

But it's oke...pada akhirnya aku bisa senyum atas itu semua. Sebuah pengalaman luar biasa!:)

Dan masih ada my beloved kakak yang menjadi tempat menumpahkan air mata. Mantan tersabar yang baik hati, yang gak pernah komplen dan rela digangguin adek manjanya ini:p
You know Kak, mungkin cintamu pernah kalah sama yang lain, tapi pedulimu untuk menjaga perasaanku masih nomer satu! #eaaaa….. hahahaa… *janganmuntahyabacanya* :D
***

Tahun ini banyak punya cerita tentang cinta segitiga. Cerita orang lain maupun cerita sendiri.. *ups!*. Senang menjadi tempat curhat teman2 yang punya cinta segitiga, karena aku jadi kaya pengalaman! Ada juga pengakuan 'cinta' dari seseorang..thanks ya, tapi rasaku hanya sahabat kepadamu...dari dulu...jadi biarin deh, tetep seperti itu!;)


Ada juga mantan yang kembali deket, but hey...aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama. Biarkan kisah itu indah karena hanya bisa dikenang saja. Respect to you and your kindness :)

My mysterious man (kalian jangan bingung ya, ada banyak orang kuceritakan di sini dengan sebutannya masing2:p) pernah bilang, “Di kota besar seperti Jakarta, akan sangat gampang seseorang yang telah menikah memiliki cinta baru. Kedekatan dengan rekan kerja, kedekatan yang iseng-iseng saja, biasanya malah jadi. So, coba deh kamu iseng2 tanpa tendensi apa2 deket ke cowok, pasti malah jadi pacar..” Heuuu…jadi maksudnya nyuruh aku punya pacar baru, neh?! Hehehe….thanks supportnya ma bro!;)

Yeaa…like I said, delapan dari sepuluh suami di Jakarta (pernah) punya TTM (kalau gak mau disebut selingkuhan). Jangan menghujat dulu! Kalian harus tau kasus per-kasus baru boleh ngasih penilaian, walau pada akhirnya ‘cheatting’ dari pasangan adalah hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Kadang, dari TTM lah kita bisa punya semangat luar biasa untuk bekerja, punya hari-hari lucu yang bikin ringan untuk dijalani, punya waktu-waktu mendebarkan yang bikin adrenalin terpacu. Bener kan?! ;p
Lalu semuanya kembali pada dirimu sendiri, pada hati kecilmu, apa yang BAIK dan semestinya dilakukan. Pada akhirnya, menjalani komitmen dan mencintai keluarga adalah pilihan paling tepat untuk kembali. Ini pelajaran luar biasa untuk cinta. Pengalaman mahal untuk setia. Tempaan untuk hati kita. Kesempatan untuk menjadi lebih bijaksana.


Harus legowo mengakui, kalau tahun ini masih punya genre cerita cinta yang sama; mencintai tanpa bisa memiliki, saling cinta tanpa bisa bersama...
***


Bulan-bulan akhir di tahun ini, kesibukan membantuku tegar kembali. No regrets, semuanya sudah terjadi dan akan menjadi pengalaman hidup yang gak mungkin mudah dilupain. Nggak semua orang punya, makanya ini prestisious!:p


Nggak pernah ada benci buat orang2 di masa lalu karena sebenarnya mereka juga yang menguatkan hati. Aku masih punya banyak mimpi dan semangat untuk mencari kekasih hati kok!hehe… Semoga kalian bahagia dan aku pun bahagia :)

Mungkin lima, sepuluh, atau belasan tahun yang akan datang kita baru akan melihat seperti apa cinta itu sebenarnya. Tapi buatku, tidak menyakiti hati orang yang aku sayangi, termasuk keluarga, adalah cinta itu sendiri.



Makasih my beloved kakak, makasih my mysterious man, makasih all my sephia….last but not least, makasih my buddy, kamu paling colourfull mewarnaiku tahun ini!:)

*Selesai ditulis pas lagunya SO7 - Pasti Kubisa di playlist:)




Sabtu, 26 November 2011

SUATU HARI, 10 TAHUN LAGI

Tahun 2021.


Usia kita sudah hampir setengah abad. Anak-anak kita sudah remaja. Tekhnologi semakin maju, gadget canggih dan internet menjadikan dunia ini tanpa batas privasi.
Anak kita, menemukan foto-fotomu dulu ketika bersama perempuan itu, perempuan selingkuhan saat aku jauh darimu.


Tanyanya, “Ibu, ini ayah kan? Di tahun 2011 aku sudah lahir kan? Kenapa ayah berfoto mesra dengan wanita yang bukan ibu? Ibu dimana saat itu?”


Menurutmu, apa yang harus aku katakan? Ayah yang senantiasa dipujanya memiliki masa lalu yang tak patut ditiru. Dulu, aku sudah memperingatkanmu untuk hati-hati….untuk tidak mengumbar sevulgar itu perbuatanmu dan memamerkannya di dunia maya.


Dulu, dengan sakit hati yang kusimpan, tetap kuterima engkau sebagai ayah dari anak-anakku. Tetap kuabdikan setiaku hanya untukmu. Aku yang menurutmu membosankan dan menyebalkan, tetap merawat anak-anakmu, anak-anak kita… tanpa sedikitpun mengurangi kasih sayang yang sepatutnya diberikan seorang ibu. Aku mencintaimu selalu, meski tak tau lagi harus bagaimana menunjukkannya. Aku mencintai anak-anak kita, hingga kujaga mereka sedemikian rupa. Tapi dunia terlalu sempit untuk bisa menyembunyikan masa lalu kita dari mereka....