Jumat, 02 Januari 2009

PERCAKAPAN

Anak : Ibu, rakyat Israel mengutuk serangan negaranya ke Palestina...lalu, siapa yg menyerang itu?

Ibu : mungkin pemerintahannya...pemimpin mereka....

Anak : bukankah pemerintah dan pemimpin itu bekerja untuk rakyatnya? Lalu kalau rakyatnya tidak setuju, mereka bekerja atas nama siapa?

Ibu : emm...diri mereka sendiri...mungkin... (jawaban si ibu lirih)

Anak : Ah, mereka salah kalau begitu! Menyalahi aturan itu, Bu! Mereka mengingkari rakyatnya!!

Ibu : Sudahlah, Nak...itu masalah mereka!

Anak : Ibuuu..kan ibu yang mengajarkan aku untuk selalu peduli?!

Ibu : .....

Anak : Oh, iya...kalau Israel itu jahat, mengapa Tuhan membuat rencana mereka kesampaian?

Ibu : Tuhan punya alasan sendiri, Nak...

Anak : Apa alasannya, Ibu?

Ibu : sangat kompleks kalau dijelaskan...

Anak : Hemm..mengapa Tuhan itu ‘rumit’?

Ibu : Tidak, Nak...hanya kita saja yang terlampau dangkal untuk bisa menyelami ilmu-NYA...

Anak : Tapi Tuhan Maha Bijaksana dan Kuasa, bukan? Lalu mengapa orang tidak bersalah harus menderita? Mengapa IA tidak mencegah bom itu agar tidak jatuh dan meledak, Ibu?

Ibu : Mengapa tidak kau coba pikirkan hikmah yang terjadi dibalik semua itu saja, anakku?Hikmah bagi mereka yang bertikai, hikmah bagi kita...hikmah bagi dunia ini....??

Anak : Aku tahu, Ibu..tapi aku tetap tidak mengerti!

Ibu : Kadang sesuatu tak butuh dimengerti, cukup engkau yakini...dan pegang itu sampai mati!


(Percakapan seorang calon ibu dengan calon anaknya)

3 komentar:

  1. calon bapaknya kok gak ikut andil?
    belum nemu ya? hehehe...

    BalasHapus
  2. dah pingin jadi ibu ya?
    biar terwujud calon bapaknya dimasukin, ndri
    :D

    BalasHapus
  3. Wah, yg diperhatiin kok calon bapaknya, to? bukan percakapannya?? hehe...

    BalasHapus