Sabtu, 23 Januari 2010

Kalau Cinta, Jangan Marah!

Cinta datang sepaket dengan rindu.
Bila tak kunjung bertemu, bisanya cuma dengerin lagu-lagu mendayu.
Bila telah tertaut, semua kata yang ada hanyalah merayu.


"Cinta memang gila... gak kenal permisi... bila disengatnya... say No to kompromi"
(Netral)


Kalau aku cinta, aku menjadi plagiatmu
Aku meniru, aku menjadi pecandu
Aku menyuka yang kau suka
Aku membenci yang kau singkiri
Aku menjadi terbaik, terhebat, terindah untukmu...., menurutku.


Menurutku, kamulah pangeran berkuda yang disiapkan sejak lama untuk menjemputku.
Menurutku, kamulah makhluk terbaik, meski bukan terindah, yang ditawarkan semesta padaku.
Menurutku, kamu adalah pahlawan yang akan membawaku ke negeri impian.
Kamu adalah yang dinantikan!


Lalu waktuku hanyalah untukmu
Selalu...untukmu!
Aku terlalu remeh menoleh pada hal lain diluar mu!
Bagiku, cukuplah kamu!
Yang lain, biarlah...masih bisa kupedulikan sambil lalu.


Dan aku tak berpijak di bumi, ketika kau menyebutku mentari
Aku melayang, saat kau bilang sayang
Aku berkhayal saat kau tak mau kutinggal
Aku adalah keberuntungan yang menanti untuk dipinang


Aku jadi tak peka pada luka
Aku tak merasa pada dusta
Aku tak izinkan kau melenggang
Dan kau tak bolehkan aku berdendang


Lalu aku menjadi bayanganmu
Aku tak punya aku
Aku bukan lagi diriku
Bagiku, cukuplah kamu!


"Di kepalaku ada suka yang menggila" (Gita Gutawa)


Waktu..waktu...waktu....
Aku tak peduli menjadi siapa kini
Aku tak rugi tidak lagi mempunyai diri sendiri
Aku tak gubris mereka yang kuanggap iri
Aku telah masuk dalam perangkap peri


(dan taukah kamu siapa aku? aku adalah kamu, jiwa cinta yang sedang menyandu asmara ;> hati-hati, cinta bisa membunuhmu....:p )

Kamis, 14 Januari 2010

Seseorang dengan 'dua' tanggal kelahiran

Belasan tahun yang lalu, sepasang mata kecil menatap cepat deretan tanggal dan nama di sebuah papan absensi sekolah. Otaknya mencatat dengan cepat dan menghafalkannya.

Tahun-tahun berikutnya, setiap tanggal yang diingatnya itu, ia selalu bilang 'Happy Birthday' dalam hati.

Belasan tahun kemudian, ia diberi tahu, bahwa tanggal yang ia ingat selama bertahun2 sebagai hari ultah seseorang yang menjadi cinta rahasianya, adalah salah!

Dan baru hari ini, ia kembali tahu, bahwa apa yang dilihatnya di papan absensi itu, yang ia hafalkan itu, yang ia ingat2 selalu...tidak lah keliru. Dia memiliki dua hari ulang tahun :)

Nasihat dari Amanda

Seharusnya, film ‘Hari Untuk Amanda’ bukan diberi logo R (Remaja), melainkan D (Dewasa), karena ceritanya memang tentang dilematika orang yang mau menikah. Akibatnya, tadi ada banyak anak kecil yang nonton film ini, dan aku yakin mereka nggak ngerti apa esensinya. Mungkin juga ortu mereka salah sangka dengan judulnya, hingga dikira film anak-anak. Wait, apa mereka kira ini akan bercerita soal Amanda yang pemain sinetron remaja itu ya?? :p
Padahal di depan ada bannernya loh, bergambar tiga tokoh utamanya, judul film yang menonjol : HARI UNTUK AMANDA; “Cinta Lama Bersemi Kembali”.

***
Selalu saja, masa lalu menjadi penghalang tersering sebuah hubungan. Film ini, menurutku cukup cerdas menggambarkan semua itu. Amanda yang akan menikah dengan Dody, harus terperangkap dalam kenangan masa lalu bersama mantan pacar yang hadir kembali, Hari.

Hari (sang mantan) memang menyenangkan, sangat mengerti Amanda (mereka 8th pacaran), dan tentu saja selalu ‘ada’ saat Amanda membutuhkan seseorang di sampingnya. Dan menjelang pernikahan Amanda dengan Dody, Hari coba mengulik kembali kisah kasih mereka dengan harapan Amanda akan kembali kepelukannya. Berhasil! Amanda merasa, mungkin keputusannya hendak menikah dengan Dody adalah salah.

But, in the end of story, Amanda jadi sadar.... Hari tak pernah bisa serius dan ‘pasti’ hidupnya. Hari selalu memberikan keseruan2, hal yang saat ini bukanlah yang ia butuhkan. Amanda butuh keseriusan seorang laki2 untuk hidupnya. Laki2 yg menjadikannya ‘pusat’ kehidupan.
Amanda pun kembali pada Dody. Menjadi lebih mengerti Dody. Dan bisa menjalani semuanya dengan lebih santai kaya dipantai, slow kaya di puloww... :)
***

Aku termasuk orang yang susah melupakan masa lalu. Aku termasuk orang yang selalu ‘eman’ dengan yang namanya kenangan. Aku pernah ngerasain bagaimana mencari ‘kepastian’ dan bagaimana cara ‘memastikan’ itu. Nggak mudah kawan :(. Tapi saat itu aku menjadi lega luar biasa, karena aku berani menjadi diriku dengan melakukan apa yang kumau dan menurutku harus kulakukan, apapun resikonya! Hasilnya memang menyakitkan, tapi itulah resiko memilih.

Kita memang tidak pernah tau, apakah pilihan2 yang kita ambil dalam hidup ini adalah tepat (termasuk jodoh), sampai waktu menjawabnya kemudian. Kita hanya tau bahwa setiap pilihan harus ditentukan dengan sebaik mungkin...dan siap dengan segala konsekuensinya.

***
Lagu, tempat makan, wangi parfum, kartu ucapan, jalan yang pernah dilalui bersama...adalah sebagian hal yang seringnya menjadi ‘senjata’ untuk membangkitkan kenangan. Mungkin Benar yang dikatakan kakaknya Amanda di film itu, perceraian adalah perkara lain dalam perjalanan pernikahan. Yang jelas, saat ia dulu menikah, ia merasa yakin dengan pilihannya. Intinya, BERANI lah untuk menikah! :)

*nasihat untuk diri sendiri*

Minggu, 10 Januari 2010

Quote

Segalanya mungkin.
Hal - hal yang kelihatannya tidak mungkin hanya membutuhkan waktu yang lebih panjang.
(Digital Fortress-Dan Brown)

Jumat, 08 Januari 2010

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN

Bener juga yang dibilang pakar ekonomi di koran itu. Kita mungkin sulit membayangkan kalau uang sekolah anak2 kita dimasa depan bisa jadi jutaan per-bulannya. Sama tidak percayanya orang jaman dulu, kalau dibilang ongkos kendaraan umum akan jadi 3500 rupiah, sementara saat itu tarifnya cuma 50 rupiah saja. Sebuah permen bertangkai, dulu cuma 25 rupiah, sekarang hampir 2000-an. Dulu, mana ada yg mengira akan seharga segitu? Siapa pula yg mau beli? Tapi kenyataannya, toh terjadi juga. Jadi kalau sekarang SPP ponakanku sebulan 250 ribu, maka mungkin 20 th lagi bisa menjadi 17.500.000,- / bulan. Wuaahh...kira2, UMR saat itu berapa yaa? :D
Dulu, setiap tempat rekreasi adalah milik-dikelola oleh pemerintah. Sekarang, lokasi piknik ada berbagai jenis, bagus2, dan kebanyakan dimiliki oleh swasta, bahkan per-orang-an. Tempat outbond yg menjamur saat ini, dengan luas hektaran dan fasilitas milyaran, banyak yg milik pribadi2. Hotel, gedung perkantoran, SPBU, sampai pesawat komersil, banyak juga yang dimiliki oleh pribadi atau keluarga. Bener2 deeeh, yg dulu kayanya cuma khayalan, sekarang jadi kenyataan.
Dulu, mau tampil di layar kaca (TV) itu sulitnya setengah mati! Waktu itu hanya ada TVRI. Sepupuku yg suaranya merdu sekali itu, harus berulangkali ikut tes (kl sekarang bahasanya 'casting') untuk bisa muncul di acara 'Wajah Baru'. Kalau nggak punya koneksi orang dalam atau uang pelicin yg cukup, siap2 aja antri dalam waiting list yg panjangnya minta ampyun! Sekarang, stasiun tv udah banyak, peluang untuk tampil di tv terbuka lebar! Siapapun anda, kalau memang sesuai yang dibutuhkan pihak stasiun tv, pasti akan dipakai utk shooting! Masuk tivi! Masuk tiviiiii!! Begitu kata Tukul :D
Dulu, saya tidak mengira kalau sepeda akan bisa dilipat, segelas kopi bisa berharga puluhan ribu, mobile phone bisa dimiliki tiap orang (termasuk anak kecil, bahkan mereka yg katanya miskin), 'layar sentuh' itu bakalan ada, bangunan mewah bisa dibangun di kedalaman laut, dan sebuah kota ada di atas kapal!! Subhanallah...betapa pintarnya akal manusia itu :)
Tidak ada yang tidak mungkin, begitu kata orang bijak. Bisa saja, 'negeri di awan' yg didendangkan Katon Bagaskara suatu saat akan ada, sosok seperti Avatar akan benar2 mewujud di muka bumi, dan 'bulan bisa ngomong' kata Doel Sumbang!:D Terlalu mustahil, sih... tapi, tidak ada yg tidak mungkin bukan?? Apalagi kalau Tuhan pun merestui.
Lalu, kalau sekarang saya berkhayal suatu saat nanti akan memiliki satu perusahaan besar, satu rumah mewah, satu mobil mewah, satu perpustakaan pribadi, satu studio musik, dan satu suami seganteng Fedi Nuril, tidak salah kaann?? Apalagi saya cuma minta, satu.
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2mu" -Sang Pemimpi-

Kamis, 31 Desember 2009

ADA DUKA DARI PULAU NIAS

Seorang ibu membantai 5 anaknya hingga tiga diantaranya meninggal dunia. Penyebanya : sang suami berniat membawa anak-anaknya merantau untuk memperbaiki nasib, sementara dirinya ditinggal. Salah satu anak mereka yang berusia 8 tahun terus2an mengejeknya (si ibu) dengan sebutan gila!
Guys, sudah bisa membayangkan situasinya?

Dari berita yang kubaca , mereka memang keluarga miskin, tinggal di pedalaman yang bahkan kendaraan roda dua pun tidak bisa melaluinya. Si ibu (atau mungkin seluruh anggota keluarga itu) tidak pernah bersekolah. Saat diwawancara wartawan dengan bahasa daerah setempat, tak tampak penyesalan si ibu, dan jawaban2nya pun begitu polos. Dua anak yang selamat dari pembantaian pun menangis dan menatap penasaran kepada wartawan yang menjenguknya.
Bisa kau rasakan situasinya, guys?

Miris dan sedih baca berita itu.
Guys, bisakah kau rasakan...betapa sakitnya hati seorang ibu yang dihina-hina oleh anaknya dg sebutan gila? Bisakah kau bayangkan ketakutan yang dirasakan seorang perempuan, seorang ibu yang akan ditinggalkan suami dan anak-anaknya dalam kemiskinan? Dia tidak pernah mengenyam bangku sekolah, guys. Dia hanya bisa mengikuti keadaan dan alur hidup yang mengungkungnya dalam kemiskinan....melahirkan banyak anak...mengurusnya setiap hari tanpa bisa memberikan kelayakan ilmu, iman, kesopanan dan kecukupan makan... dia gak sekolah, guys!!

Fonaha (8th), anak yg malang...terbunuh oleh ibu yg mengandung dan melahirkannya. Dia mungkin tak tau, menghina orang tua itu tidak baik dan tidak boleh. Pelajaran budi pekerti teramat jauh baginya...sejauh rumah mereka yang tak tersentuh kemajuan peradaban. Fonaha mungkin teramat girang hendak dibawa ayahnya merantau, hingga ibu 'menyedihkan' yg ia punya menjadi semakin tak berarti baginya....harapan kesenangan yg selama ini tak pernah ia kenyam, terlampau indah untuk dibayangkan.

Kita yang bersekolah, yang katanya mengerti budi pekerti, yang katanya memiliki agama, yang katanya selalu bertindak manusiawi, yang sering menyisakan makanan hingga terbuang, yang dimanjakan oleh fasilitas kemajuan, yang ngakunya sudah banyak beramal, yang diajari bagaimana menghormati yang tua dan menyayangi yang muda....harusnya malu dengan berita duka dari Nias ini. Ternyata, kita tak berbagi! Ternyata, kebaikan2 itu hanya milik kita sendiri...dan kita tak meneruskannya pada yang lain. Tak menyampaikannya pada saudara2 kita yang ada di tempat nun jauh di sana....bahkan dengan secuil do'a pun! :(

Semoga, rasa keadilan yang berke-Tuhan-an yang akan menentukan dengan bijak hukuman bagi Siati Nduru, ibu 'menyedihkan' yang 'terpaksa' membantai anak-anaknya yg malang....

p.s
Duka juga menyelimuti bangsa ini untuk kepergian mantan presiden RI ke-4, Gus Dur, yg telah menorehkan indahnya menghargai keberagaman. Innalillahi wa innaillaihi rojiuun...

Selasa, 29 Desember 2009

Agar Tuhan 'tidak enak hati' sama Saya...

Alhamdulillah, kerja di TV membuat saya bisa keliling Indonesia. Tugas sebagai Creative program mengharuskan saya berinteraksi lebih dulu dan lebih banyak dengan penduduk lokal atau pihak-pihak terkait yang akan kami ajak kerjasama, salah satunya yang bernama PR (Public Relation) atau Humas atau Marketing atau bagian tertentu sebuah instansi yang berwenang berhubungan dengan kami (media). Dari sekian banyak PR yang pernah berinteraksi dengan saya, 80% semuanya baik, bahkan sangat baik. Parahnya, ini yang sering membuat saya jadi tidak enak hati. Maklum, gadis jawa.... (ehem!:p).


Singkatnya, pelajaran ttg ramah-tamah dan melayani benar2 diaplikasikan para PR itu. Seolah2 apapun yg kami mau, mereka pasti akan penuhi! Lepas dari kebutuhan promosi, saya salut dengan sikap2 seperti itu. Salut karena berhasil membuat saya sering merasa tidak enak hati!! Ujung2nya, gantian saya yang jadi pengeeeennn banget memberikan apapun untuk mereka asalkan mereka bahagia! Saya senang, mereka senang, semua senang!! (lebay, sih...tapi begitulah kira2 hehe...).


Contohnya begini, saya survey lokasi, minta ijin untuk bisa shooting disana. Mending kalau untuk lokasi masak, cuma buat gimmick doang, sebentar pula! Paling cuma shooting nggak sampai sejam dan tayang paling lama semenit di TV. Respon mereka : sangat senang, memberikan ijin (pastinya), gak perlu pakai surat formal, boleh di spot mana saja, kapan pun waktunya oke, bersedia membantu peralatan apa yang kurang, ngasih jamuan makan untuk semua kru, ngasih tambahan materi menarik dg gratis, ngasih souvenir pula! Hhhh....gak dibaikin susah, dibaikin bikin salah tingkah!:p

***


Tahun 2009 bakal segera usai. 6 Resolusi besarku di tahun ini hanya satu yg terwujud. Selebihnya, masih diangan2! Penyebabnya aku sudah tau; kemalasan!!!! Huh! Ada juga doa-doa yg belum terkabulkan, penyebabnya pun aku juga tau; kurang akrab sama Tuhan! :(


Bagiku, tahun ini adalah tahun bekerja. Pegang program outdoor yang sering jalan keluar kota, dengan shooting beberapa episode sekaligus dalam satu kali trip, penayangan cepat 2x seminggu, sudah cukup bikin hidup serasa diburu waktu! Sabtu-minggu yg harusnya libur kadang juga kepake buat kerja, meskipun dari rumah. Kalau sudah begitu, baru terasa betapa berharganya waktu!!
Satu sisi baiknya adalah; meskipun sering diambil, tabungan tetap stabil! Hehe....
Tahun kemantapan bekerja ini sebenarnya cita2ku utk 2008, tp malah delay setahun:(
Hemm...apa iya, resolusi utk tahun depan harus delay juga??!!

***


Kupikir2, hanya ada dua cara untuk membuat resolusi2ku gak mundur setahun di tiap tahunnya, satu : hilangin rasa malas untuk melakukan, dua : lebih akrab sama Tuhan!
Kalau aku baik, kalau aku rajin ibadah, kalau aku lebih ikhlas, kalau aku lebih yakin, kalau aku lebih ‘melayani’-Nya, bukankah tidak mungkin Tuhan pun menjadi ‘gak enak hati’ dan kemudian memberikan apapun yang kuinginkan bahkan lebih dari yang kuharapkan?! :)

***


bersyukurlah pada Yang Maha Kuasa
hargailah orang-orang yang menyayangimu
yang selalu ada setia di sisimu
siapapun jangan kau pernah sakiti
dalam pencarian jati dirimu
dan semua yang kau impikan
tegarlah sang pemimpi

(Sang Pemimpi - Gigi)