Minggu, 25 Desember 2011

KALEIDOSKOP HATI 2011

Beberapa hari lagi tahun akan berganti. Cepat sekali tahun berlalu. Umur bertambah, usia berkurang:). Tahun ini ada banyak pencapaian ada juga kegagalan. Kerjaan Alhamdulillah lancar, percintaan masih up and down :p
***


Selain program regular (Ala Chef) tahun ini lebih banyak pikiran yang tersita untuk ngerjain program-program blocking time. Sampe akhir tahun ini ada 5 blocking time yang one off dan 1 yang masih berkelanjutan hingga Februari tahun depan. Alhamdulillah masih dipercaya dan masih bisa ngerjainnya bareng temen2 yang super hebat!:))
Tahun ini juga coverage dua acara musik blocking time dan ngerjain dua pilot program baru yang salah satunya segera tayang. I promise u guys, it will be a great program with new icon for Indonesian public figure! ;)

Tahun ini, teman-teman kantor banyak yang resign. Teman satu tim yang paling bikin rasa kehilangan itu ada :( Semoga kalian sukses dengan kesibukan barunya yaaa… *hugs*.


How about me? Yeaa…ada promosi jabatan yang ditawarkan, tapi kalau ada yang lain yang lebih menggiurkan, I’ll say goodbye too! :p
***

Tahun ini juga lumayan banyak liburannya hehe….meski masiiih aja rasanya kurang. Bulan April liburan ke Bali, Juni ke Belitung, September ke Singapore. Liburan itu bikin kamu kaya hati dan pikiran. Kamu akan dapet pengalaman tentang kehidupan, tapi itu kalau kamu ‘pinter’ melihat sisi-sisi di balik liburannya. Asiknya jadi singlewoman seperti aku adalah bisa pergi kemana pun, kapan pun, tanpa ada yang membebani. Hummm, mungkin budget aja yg agak membebani haha... Tapi pengalaman itu memang kadang2 harus 'dibeli'. Uyeaah!:p *ceksaldotabungan*


Dan liburan itu penting sodara-sodara! Terutama untuk healing your broken heart…. #eaaaa :p
***

Masuk di kwartal kedua tahun ini, ada cinta hebat yang menyapa….*uhukuhuk* :p
Nggak lama sih, tapi hebat…bisa mengukir kisah khusus di hidupku. Menciptakan pengalaman hati yang berbeda. Kapan usainya? I’m not sure. Yang kutahu, saat itu kami sedang saling menahan diri agar tidak saling menyakiti dan menetralkan apa yang semestinya tak terjadi, tapi belakangan baru ketahuan kalau telah ada yang lain diantara kami, saat kupikir dia sedang memperbaiki diri. Hiks… :(

But it's oke...pada akhirnya aku bisa senyum atas itu semua. Sebuah pengalaman luar biasa!:)

Dan masih ada my beloved kakak yang menjadi tempat menumpahkan air mata. Mantan tersabar yang baik hati, yang gak pernah komplen dan rela digangguin adek manjanya ini:p
You know Kak, mungkin cintamu pernah kalah sama yang lain, tapi pedulimu untuk menjaga perasaanku masih nomer satu! #eaaaa….. hahahaa… *janganmuntahyabacanya* :D
***

Tahun ini banyak punya cerita tentang cinta segitiga. Cerita orang lain maupun cerita sendiri.. *ups!*. Senang menjadi tempat curhat teman2 yang punya cinta segitiga, karena aku jadi kaya pengalaman! Ada juga pengakuan 'cinta' dari seseorang..thanks ya, tapi rasaku hanya sahabat kepadamu...dari dulu...jadi biarin deh, tetep seperti itu!;)


Ada juga mantan yang kembali deket, but hey...aku gak mau mengulangi kesalahan yang sama. Biarkan kisah itu indah karena hanya bisa dikenang saja. Respect to you and your kindness :)

My mysterious man (kalian jangan bingung ya, ada banyak orang kuceritakan di sini dengan sebutannya masing2:p) pernah bilang, “Di kota besar seperti Jakarta, akan sangat gampang seseorang yang telah menikah memiliki cinta baru. Kedekatan dengan rekan kerja, kedekatan yang iseng-iseng saja, biasanya malah jadi. So, coba deh kamu iseng2 tanpa tendensi apa2 deket ke cowok, pasti malah jadi pacar..” Heuuu…jadi maksudnya nyuruh aku punya pacar baru, neh?! Hehehe….thanks supportnya ma bro!;)

Yeaa…like I said, delapan dari sepuluh suami di Jakarta (pernah) punya TTM (kalau gak mau disebut selingkuhan). Jangan menghujat dulu! Kalian harus tau kasus per-kasus baru boleh ngasih penilaian, walau pada akhirnya ‘cheatting’ dari pasangan adalah hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Kadang, dari TTM lah kita bisa punya semangat luar biasa untuk bekerja, punya hari-hari lucu yang bikin ringan untuk dijalani, punya waktu-waktu mendebarkan yang bikin adrenalin terpacu. Bener kan?! ;p
Lalu semuanya kembali pada dirimu sendiri, pada hati kecilmu, apa yang BAIK dan semestinya dilakukan. Pada akhirnya, menjalani komitmen dan mencintai keluarga adalah pilihan paling tepat untuk kembali. Ini pelajaran luar biasa untuk cinta. Pengalaman mahal untuk setia. Tempaan untuk hati kita. Kesempatan untuk menjadi lebih bijaksana.


Harus legowo mengakui, kalau tahun ini masih punya genre cerita cinta yang sama; mencintai tanpa bisa memiliki, saling cinta tanpa bisa bersama...
***


Bulan-bulan akhir di tahun ini, kesibukan membantuku tegar kembali. No regrets, semuanya sudah terjadi dan akan menjadi pengalaman hidup yang gak mungkin mudah dilupain. Nggak semua orang punya, makanya ini prestisious!:p


Nggak pernah ada benci buat orang2 di masa lalu karena sebenarnya mereka juga yang menguatkan hati. Aku masih punya banyak mimpi dan semangat untuk mencari kekasih hati kok!hehe… Semoga kalian bahagia dan aku pun bahagia :)

Mungkin lima, sepuluh, atau belasan tahun yang akan datang kita baru akan melihat seperti apa cinta itu sebenarnya. Tapi buatku, tidak menyakiti hati orang yang aku sayangi, termasuk keluarga, adalah cinta itu sendiri.



Makasih my beloved kakak, makasih my mysterious man, makasih all my sephia….last but not least, makasih my buddy, kamu paling colourfull mewarnaiku tahun ini!:)

*Selesai ditulis pas lagunya SO7 - Pasti Kubisa di playlist:)




Sabtu, 26 November 2011

SUATU HARI, 10 TAHUN LAGI

Tahun 2021.


Usia kita sudah hampir setengah abad. Anak-anak kita sudah remaja. Tekhnologi semakin maju, gadget canggih dan internet menjadikan dunia ini tanpa batas privasi.
Anak kita, menemukan foto-fotomu dulu ketika bersama perempuan itu, perempuan selingkuhan saat aku jauh darimu.


Tanyanya, “Ibu, ini ayah kan? Di tahun 2011 aku sudah lahir kan? Kenapa ayah berfoto mesra dengan wanita yang bukan ibu? Ibu dimana saat itu?”


Menurutmu, apa yang harus aku katakan? Ayah yang senantiasa dipujanya memiliki masa lalu yang tak patut ditiru. Dulu, aku sudah memperingatkanmu untuk hati-hati….untuk tidak mengumbar sevulgar itu perbuatanmu dan memamerkannya di dunia maya.


Dulu, dengan sakit hati yang kusimpan, tetap kuterima engkau sebagai ayah dari anak-anakku. Tetap kuabdikan setiaku hanya untukmu. Aku yang menurutmu membosankan dan menyebalkan, tetap merawat anak-anakmu, anak-anak kita… tanpa sedikitpun mengurangi kasih sayang yang sepatutnya diberikan seorang ibu. Aku mencintaimu selalu, meski tak tau lagi harus bagaimana menunjukkannya. Aku mencintai anak-anak kita, hingga kujaga mereka sedemikian rupa. Tapi dunia terlalu sempit untuk bisa menyembunyikan masa lalu kita dari mereka....


Senin, 31 Oktober 2011

When I get down...

Ini tetap hari Senin. Semua orang tetap sibuk dengan urusannya, Jakarta tetap macet, dan aku masih bekerja di kantor yang sama. Tapi untunglah ini sudah hari Senin, setelah Sabtu-Minggu yang bikin kelu...


Kamu pernah merasakan 'down' dalam hidup? Yeah, kupikir hampir semua orang pernah merasakannya dengan macam-macam penyebab dan tingkatan. Jadi ketika kemarin aku (kembali) merasakan yang namanya 'down', salah satu yang kukejar adalah kata-kata; "ini sudah pernah dan pasti akan berlalu".


Gemeter, tulang serasa lepas, perut mual, dan mata panas. That's what happend to me on those days. Mengetahui kenyataan yang bikin perasaan gak karuan....


Ada sedih, kecewa, kesal, marah....semua jadi satu. Tapi apapun itu, cuma diri sendiri yang bisa mengatasinya bukan?!


Alhamdulillah, ini sudah Senin. Syukurlah, aku bisa melewati hari kemarin. Pastilah pedih dan perih itu masih ada. Sesekali juga masih terasa. Tapi untung banyak hal yang menguatkan, membuatku melepas kemarahan dan berdamai dengan keadaan.


Melepas kemarahan itu gak mudah loh, apalagi buat seorang cewek yang mood nya bisa berganti hanya dalam hitungan detik. Tapi aku bisa, kok! Aku bisa! :))


Last, makasih buat seseorang yang melarangku menangis kalau tak sedang bersamanya. Makasih karena tak pernah komplen atas semua sikapku. Makasih untuk ketulusan menyayangi meski tau tak akan pernah memiliki.... :)

Senin, 24 Oktober 2011

Perempuan

Resiko menjadi perempuan itu, harus terima kalau punya sifat sensitif. Resiko lainnya adalah harus berani berdiri sendiri kalau tidak lagi dicintai.

Perempuan itu memang cengeng, tapi ia punya daya imun untuk menghalau kecengengannya.


Jadi perempuan itu harus mau belajar setiap hari... Belajar dari setiap kesalahan, dari setiap kekecewaan, dari setiap perlakuan yang menyakitkan.


Dari laki-laki, yang dipegang adalah omongannya. Ternyata sedikit yang bisa melakukan itu. Saya salut sama perempuan yang bisa menjaga apa yang pernah diucapkannya. Apa yang diucapkan perempuan memang benar dari hati dan kepala. Memang itulah tujuannya. Bukan pura-pura untuk membuat senang orang lain saja...


Jadi perempuan itu harus sungguh-sungguh. Jangan menipu..., menipu perasaan orang lain, apalagi perasaan sendiri.


Jadi perempuan itu, harus siap menerima semua kata dan perlakuan indah dari laki-laki. Kalau dikemudian hari ternyata itu tak terjadi lagi atau parahnya hanya kebohongan saja, kamu sudah siap. Nggak perlu menyesal. Yaaa...merutuki diri sendiri sebentar gakpapa, tapi jangan lama-lama, masih banyak yang sayang sama kamu, kok! Dan kamu belajar sesuatu dari situ...


Kamu pasti perempuan, kalau tak pernah mau menyakiti hati orang yang benar-benar kamu sayang, even atas nama kebaikan. Kebaikan siapa? Kebaikan yang mana? Menyakiti tetap saja menyakiti! Jadi jangan terpancing untuk membalasnya.. Biarkan saja, kamu akan bangga menjadi perempuan dengan rasa cinta. Cinta yang sederhana tapi tulus.


Kalau kamu masih sedih dengan menjadi perempuan, masih rapuh untuk sedikit memberi senyuman, mungkin ada baiknya kamu segera memeluk Tuhan. Minta agar dikuatkan dan tidak diberi patah hati lagi...




Selasa, 13 September 2011

Dear Mantan....

Satu hari setelah malam purnama. Tiga minggu jalan dari perpisahan kita. Kenapa rasanya masih berat ya? Masih nggak rela dan tak ingin lepas. Semua momen begitu singkat dan menyenangkan. Mengesankan. Kamu meninggalkan jejak – jejak kasih sayang yang enggan kubuang.

I really luv it! Luv all the things u did! :)

Aku pernah punya surat cinta untukmu, remember? Surat dengan segenap rasa cinta yang ada. Surat yang mengisahkan tentang kita. Tentang pertemuan-pertemuan yang tak pernah lama, tentang cium dan peluk yang sesaat saja, juga tentang besarnya rasa sayang yang ada.

Kenang itu ya... Suatu saat kita akan tersenyum atau menangis haru karenanya :)

Mantan kekasihku, hari ini mungkin kau merindukanku juga. Duduk di teras rumah sambil memainkan gitar, menyanyikan lagu-lagu yang kita sukai bersama. Ingin rasanya aku menyapamu untuk sekedar mengingatkan makan atau bertanya apa yang kau lakukan seharian. Tapi beginilah jadinya, aku hanya mampu menuliskannya saja :(

Kita, belajar menahan rasa mencintai yang menyesakkan dada ini....

Mantanku, rasanya tak mungkin secepat kilat aku melupakanmu. Aku pun yakin, kamu akan begitu. Kita harus mulai berdamai dengan keadaan. Menyelaraskan keinginan kita dan kehendak Tuhan. Bukan...bukan kita tak lagi saling sayang, tapi keadaan, kemungkinan - kemungkinan, dan keberuntungan semuanya sedang tak memihak kita.

Aku tak mau berkhayal tentang ‘suatu saat nanti’, meskipun hal itu ada di benakku, karena akan semakin lama menyiksa ketidakbersamaan kita. Aku ingin melihatmu tegar, dan kau melihatku tangguh. Kita akan simpan kisah indah kita di sudut kecil hati dan tak menengoknya lagi. Well, kalau terpaksa....kita akan sedikit mencuri lihatnya sesekali ;)


Makasih yaaa, sudah menjadi kekasih yang baik buatku. Mudah-mudahan, aku pun pernah menjadi kekasih yang baik buatmu. Hey, perlu kah kita saling meminta maaf? Rasanya tak ada kesalahan yang sengaja kita buat untuk orang terkasih. Betul kan? :)



Hug & kangen :)


Sabtu, 10 September 2011

c'est la vie (part berapa yak?)

Dua tahun berturut-turut punya kisah yang sama, pola sama, ending yang sama, dan di rentang waktu yang hampir sama. Ada apakah gerangan? Benar-benar keledai nih, gue! *tepokjidat* :p

Nyesel? Mmmm....nope. But, yeaaah..im sad :)
haha..kl inget, bullshit banget! fiuh!:p
wis ah, semangat lagi. lupakan. lari!

'nobody can ruin me'.




*sigh

Dan terpikir..., sebenarnya akan jauh lebih baik kalau yang sudah tak dipertemukan itu benar-benar jangan pernah ketemu lagi.
Patah hati itu sakit, Jenderal!!